Sharing dari mentor saya Pak Teguh Wibawanto :
A-B-C-D TIM BISNIS
Banyak saya temui para pengusaha mengeluhkan susahnya cari karyawan, karena itu setelah diterima meskipun performa nya tidak sesuai tetap saja dipertahankan dengan alasan cari karyawan itu susah, sehingga terjadi kebimbangan mau dipertahankan atau dilupakan aja.
sebelum memutuskan hal tersebut alangkah baiknya kita meng-GRADING atau mensortir seberapa bernilai anggota tim kita.
Sebut aja cara yang paling gambang adalah A-B-C-D
A = Asik banget
type ini adalah karyawan yang punya sikap kerja yang baik dan menghasilkan, semangat dan mau maju bersama sesuai visi dan misi perusahaan. orang seperti harus terus dibina dan diberikan tantangan serta penghargaan atas prestasi kerjanya.
B = Biasa aja
type ini adalah pekerja yang hasilnya pas-pasan tapi sikapnya cukup baik. terkadang kerja hanya sesuai waktu dan hasilnya juga sesuai target yang ditetapkan. karyawan semacam ini bisa dipertahankan dan bisa terus di upgrade dimasa yang akan datang.
C = Capek deh
type ini kalo kerja hasilnya bagus, tapi sikap nya terkadang melenceng dari nilai-nilai perusahaan. karena itu perlu energi extra untuk menangani karyawan type seperti ini. harus dilakukan pembinaan sikap secara intensif. untuk dipertahankan diposisi saat ini cukup bagus, tapi kalo dipromosikan lebih baik jangan.
D = Daaah...
type ini adalah udah hasil kerjanya tidak target atau pas-pasan dan punya sikap buruk. lebih baik di lupakan aja karena bisa menjadi toxic employee dan menambah cost operasional perusahaan.
Jadi mulai sekarang selalu lakukan grading terhadap anggota tim dan jangan lupa sebagai leader Anda pun harus bisa menilai, apakah Anda type A, B, C atau D ?
Teguh Wibawanto
Minggu, 14 Agustus 2016
Senin, 25 Juli 2016
Jangan Jadikan Komunitas Sebagai Pasarmu
Saat ini banyak sekali komunitas yang hadir ditengah-tengah kita. Mulai dari komunitas hobi, profesi, reuni sekolah, sampai komunitas yang kita bilang 'norak' banget.
Banyak komunitas bisnis yang mengedepankan bisnis syariah, bisnis properti, bisnis IT dan lain-lain. Bahkan yang saya sampai tidak habis pikir ada Komunitas Asep- Asep. Yang berkumpul disana adalah orang-orang yang mempunyai nama depan atau nama belakang Asep. Hebat banget, ide berkumpul dapat datang dari mana saja.
Tapi, di banyaknya komunitas yang ada sekarang ini. Masih ribuan orang yang hanya punya niat gabung ke komunitas karena ingin JUALAN.
Lho, emang gak boleh jualan di komunitas ? Boleh dan syah syah saja untuk jualan di komunitas.
Komunitas dibuat atas dasar saling membutuhkan bukan untuk belanja atau berjualan. Orang berkumpul di satu komunitas Otomotif karena mereka berpendapat akan bisa sharing tentang kendaraannya, bisa cari info apabila ada masalah di kendaraan mereka.
Celakanya banyak orang yang tidak paham akan situasi itu. Banyak diantara anggota komunitas hanya ingin berjualan di komunitas tersebut. Buat apa jualan dikomunitas? Komunitas itu rumah berkumpul, kalau mau jualan ya di pasar bukan dirumah.
Dirumah itu kita kalau bisa sharing, tuker pikiran bagaimana cara berjualan, cari info dan bangun jaringan atau kita kenal dengan istilah 'Networking'. Kalau kita memang jualan, kasih tau ke semua penghuni disana bahwa kita jualan produk tersebut. Bukan berarti kita jualan / nawar-nawarin produk kita ke semua penghuni yang lain agar beli produk kita.
Jauh lebih besar manfaatnya ketika kita bisa berkolaborasi dengan kawan-kawan di komunitas tersebut untuk menjadi 'Marketing' produk kita. Apabila dikomunitas ada 100 orang dan semuanya menjadi 'Marketing' atau pemberitahu ke kawan-kawannya diluar sana akan produk kita. Berapa banyak target pasar diluar sana yang akan menjadi 'calon pelanggan' kita ?
Bayangkan, 1 anggota punya 10 teman. 1 anggota mereferensikan produk kita ke kawan-kawan mereka, sedangkan di dalam komunitas itu ada 100 anggota. Hitungan kasarnya 100 x 10 = 1.000 'calon pelanggan' bisa kita dapatkan apabila kita menjadikan Komunitas sebagai rumah sharing.
Bandingkan ketika kita sendiri yang jadi 'Sales' di Komunitas itu. Total anggota ada 100, so paling cuma 100 orang yang bisa kita prospek.
Yuk, jadikan komunitas sebagai rumah tumbuh bersama. Sesama anggotanya saling support menjadi 'Marketing' anggota yang lain. Akan lebih indah lebih nyaman dan lebih bermanfaat.
Masih mau jual produk sendiri ke anggota Komunitas?
Salam sukses,
CYP
Chandra Yan Permadi
Founder & Owner of Toko Wireless
Ketua TDA Depok v.4
Banyak komunitas bisnis yang mengedepankan bisnis syariah, bisnis properti, bisnis IT dan lain-lain. Bahkan yang saya sampai tidak habis pikir ada Komunitas Asep- Asep. Yang berkumpul disana adalah orang-orang yang mempunyai nama depan atau nama belakang Asep. Hebat banget, ide berkumpul dapat datang dari mana saja.
Tapi, di banyaknya komunitas yang ada sekarang ini. Masih ribuan orang yang hanya punya niat gabung ke komunitas karena ingin JUALAN.
Lho, emang gak boleh jualan di komunitas ? Boleh dan syah syah saja untuk jualan di komunitas.
Komunitas dibuat atas dasar saling membutuhkan bukan untuk belanja atau berjualan. Orang berkumpul di satu komunitas Otomotif karena mereka berpendapat akan bisa sharing tentang kendaraannya, bisa cari info apabila ada masalah di kendaraan mereka.
Celakanya banyak orang yang tidak paham akan situasi itu. Banyak diantara anggota komunitas hanya ingin berjualan di komunitas tersebut. Buat apa jualan dikomunitas? Komunitas itu rumah berkumpul, kalau mau jualan ya di pasar bukan dirumah.
Dirumah itu kita kalau bisa sharing, tuker pikiran bagaimana cara berjualan, cari info dan bangun jaringan atau kita kenal dengan istilah 'Networking'. Kalau kita memang jualan, kasih tau ke semua penghuni disana bahwa kita jualan produk tersebut. Bukan berarti kita jualan / nawar-nawarin produk kita ke semua penghuni yang lain agar beli produk kita.
Jauh lebih besar manfaatnya ketika kita bisa berkolaborasi dengan kawan-kawan di komunitas tersebut untuk menjadi 'Marketing' produk kita. Apabila dikomunitas ada 100 orang dan semuanya menjadi 'Marketing' atau pemberitahu ke kawan-kawannya diluar sana akan produk kita. Berapa banyak target pasar diluar sana yang akan menjadi 'calon pelanggan' kita ?
Bayangkan, 1 anggota punya 10 teman. 1 anggota mereferensikan produk kita ke kawan-kawan mereka, sedangkan di dalam komunitas itu ada 100 anggota. Hitungan kasarnya 100 x 10 = 1.000 'calon pelanggan' bisa kita dapatkan apabila kita menjadikan Komunitas sebagai rumah sharing.
Bandingkan ketika kita sendiri yang jadi 'Sales' di Komunitas itu. Total anggota ada 100, so paling cuma 100 orang yang bisa kita prospek.
Yuk, jadikan komunitas sebagai rumah tumbuh bersama. Sesama anggotanya saling support menjadi 'Marketing' anggota yang lain. Akan lebih indah lebih nyaman dan lebih bermanfaat.
Masih mau jual produk sendiri ke anggota Komunitas?
Salam sukses,
CYP
Chandra Yan Permadi
Founder & Owner of Toko Wireless
Ketua TDA Depok v.4
Senin, 25 April 2016
BENAR GAK SIH EMAS PERHIASAN ITU INVESTASI ????
Ada kumpulan ibu ibu sekolah lagi ngerumpi di warung soto dekat pasar Depok. Saking besarnya suara mereka ngerumpi sampe terdengar oleh seluruh pengunjung soto.
"Lu beli emas sono di Toko Singg***ng!!!! ..... nanti emasnya bisa dijual lagi, kalau belum mau dijual bisa lu pake dulu aja buat mejeng. Nanti kan jadi investasi lumayan" ujar salah satu Ibu muda. Emas yang dimaksud adalah emas perhiasan seperti kalung, gelang, anting, cincin dan lainnya yang berbentuk perhiasan.
Saya langsung berpikir sedikit dan menganalisa alakadarnya.
BENAR GAK SIH EMAS PERHIASAN ITU INVESTASI ????
Sadar tidak sadar pemahaman kita akan perhiasan itu adalah investasi ternyata sedikit salah. Saya tidak bilang salah 100% yah, karena investasi itu sedikit banyak akan memberikan kita hasil lebih ketika kita menjualnya kembali.
Ketika kita menginvestasikan uang kita ke rumah atau tanah. Ketika dibeli misal harganya 100 juta rupiah. Kita pakai rumah tersebut, kita garap tanah tersebut dan tahun depan rumah itu kita jual. Kita bisa mengikuti harga pasar yaitu jual rumah menjadi 150 juta rupiah.
Wiiihhh, mantap, setahun kita investasikan uang kita dapat 50 juta .... lagipula kita tidak rugi karena ikut memakai rumah tersebut sebagai rumah tinggal. Kalaupun tidak ditinggali, tetap kita mendapatkan hasil investasi senilai 50 juta tadi. Ini sedikit contoh investasi sederhana.
Nah sekarang bagaimana dengan emas ?
Kita masuk ke toko dilayani pedagang toko emas yang ramah2 kita beli cincin emas 5 gram.
Ada berbagai tipe emas di toko perhiasan ini, ada emas 24 yang biasa dibilang murni, ada emas 22 yang harganya lebih rendah dari emas 24, ada juga emas 18 yang biasa kita bilang emas muda.
Nah, ketika kita beli emas itu akan dihitung harga emas + ongkos bikin + model. Perhitungan 2 terakhir ini yang kadang kita gak sadar kalau kita ternyata sedang tidak membeli investasi.
Kenapa tidak ? Karena ketika kita mau jual emas itu tadi, pedagang sudah pintar seakan paling pintar sedunia.
Begini perhitungannya :
Kita beli 5 gram dengan harga satu gram 450rb menjadi 2.250.000,- pas sewaktu kita transaksi. Kita menjual lagi dengan waktu 6 bulan setelahnya. Kita coba tanya harga emas sekarang berapa dengan nilai yg sama, mungkin dia akan jawab "Harga emas lagi tinggi 475rb per gram"
OKE, kesempatan nih kalau kita jual sekarang, ada investasi 25rb per gram yang bisa kita dapatkan.
Eit, nanti dulu.... Coba kita tanyakan kembali "Saya mau jual emas saya yang ini..." sambil menunjukan perhiasan tersebut. Sang penjaga toko dengan SOP nya pasti menjawab, "Ada surat pembeliannya"
Nah sekarang kita hitung "investasi emas" kita ketika kita kasih surat belinya. Harga yg tertera adalah 450.000,- x 5 gram = 2.250.000,- langsung dikalkulasi sama penjaganya.
Harga emas total = 2.250.000,-
dikurangi ongkos bikin 25rb/gram x 5 gram = 125.000,-
dikurangi model yang sudah kuno 50rb per perhiasan
Dan harga emas kita dihargai dengan harga Rp. 2.075.000,-
Waaaahhhhhh, investasi nya RUGI.
harusnya ketika kita bilang itu investasi kita bisa menikmati hasil investasi itu selama 6 bulan. Tapi untuk perhiasan emas, tidak begitu...
Emas perhiasan hanyalah tabungan atau lebih tepat dikatakan "Simpanan Sementara".
Karena emas perhiasan itu bukan investasi, ada nilai yg hilang ketika kita menjualnya kembali.
Tapi untuk sebuah tabungan atau simpanan tidak ada salahnya kita membeli emas perhiasan. Tapi jangan dibilang Investasi karena itu hanyalah Simpanan Sementara.
Salam sukses,
-
cyp
@chandraypermadi
"Lu beli emas sono di Toko Singg***ng!!!! ..... nanti emasnya bisa dijual lagi, kalau belum mau dijual bisa lu pake dulu aja buat mejeng. Nanti kan jadi investasi lumayan" ujar salah satu Ibu muda. Emas yang dimaksud adalah emas perhiasan seperti kalung, gelang, anting, cincin dan lainnya yang berbentuk perhiasan.
Saya langsung berpikir sedikit dan menganalisa alakadarnya.
BENAR GAK SIH EMAS PERHIASAN ITU INVESTASI ????
Sadar tidak sadar pemahaman kita akan perhiasan itu adalah investasi ternyata sedikit salah. Saya tidak bilang salah 100% yah, karena investasi itu sedikit banyak akan memberikan kita hasil lebih ketika kita menjualnya kembali.
Ketika kita menginvestasikan uang kita ke rumah atau tanah. Ketika dibeli misal harganya 100 juta rupiah. Kita pakai rumah tersebut, kita garap tanah tersebut dan tahun depan rumah itu kita jual. Kita bisa mengikuti harga pasar yaitu jual rumah menjadi 150 juta rupiah.
Wiiihhh, mantap, setahun kita investasikan uang kita dapat 50 juta .... lagipula kita tidak rugi karena ikut memakai rumah tersebut sebagai rumah tinggal. Kalaupun tidak ditinggali, tetap kita mendapatkan hasil investasi senilai 50 juta tadi. Ini sedikit contoh investasi sederhana.
Nah sekarang bagaimana dengan emas ?
Kita masuk ke toko dilayani pedagang toko emas yang ramah2 kita beli cincin emas 5 gram.
Ada berbagai tipe emas di toko perhiasan ini, ada emas 24 yang biasa dibilang murni, ada emas 22 yang harganya lebih rendah dari emas 24, ada juga emas 18 yang biasa kita bilang emas muda.
Nah, ketika kita beli emas itu akan dihitung harga emas + ongkos bikin + model. Perhitungan 2 terakhir ini yang kadang kita gak sadar kalau kita ternyata sedang tidak membeli investasi.
Kenapa tidak ? Karena ketika kita mau jual emas itu tadi, pedagang sudah pintar seakan paling pintar sedunia.
Begini perhitungannya :
Kita beli 5 gram dengan harga satu gram 450rb menjadi 2.250.000,- pas sewaktu kita transaksi. Kita menjual lagi dengan waktu 6 bulan setelahnya. Kita coba tanya harga emas sekarang berapa dengan nilai yg sama, mungkin dia akan jawab "Harga emas lagi tinggi 475rb per gram"
OKE, kesempatan nih kalau kita jual sekarang, ada investasi 25rb per gram yang bisa kita dapatkan.
Eit, nanti dulu.... Coba kita tanyakan kembali "Saya mau jual emas saya yang ini..." sambil menunjukan perhiasan tersebut. Sang penjaga toko dengan SOP nya pasti menjawab, "Ada surat pembeliannya"
Nah sekarang kita hitung "investasi emas" kita ketika kita kasih surat belinya. Harga yg tertera adalah 450.000,- x 5 gram = 2.250.000,- langsung dikalkulasi sama penjaganya.
Harga emas total = 2.250.000,-
dikurangi ongkos bikin 25rb/gram x 5 gram = 125.000,-
dikurangi model yang sudah kuno 50rb per perhiasan
Dan harga emas kita dihargai dengan harga Rp. 2.075.000,-
Waaaahhhhhh, investasi nya RUGI.
harusnya ketika kita bilang itu investasi kita bisa menikmati hasil investasi itu selama 6 bulan. Tapi untuk perhiasan emas, tidak begitu...
Emas perhiasan hanyalah tabungan atau lebih tepat dikatakan "Simpanan Sementara".
Karena emas perhiasan itu bukan investasi, ada nilai yg hilang ketika kita menjualnya kembali.
Tapi untuk sebuah tabungan atau simpanan tidak ada salahnya kita membeli emas perhiasan. Tapi jangan dibilang Investasi karena itu hanyalah Simpanan Sementara.
Salam sukses,
-
cyp
@chandraypermadi
Jumat, 22 Januari 2016
UKM Start-Up, Tidak Perlu Pusing Dengan Model Manajemen
Ada sharing menarik dari Senior saya di komunitas Tangan Di Atas (TDA) Pak John Rusly, pemilik kotakpensil.com
----------------------
Salah satu kesalahan pemerintah Indonesia adalah tidak membedakan UKM dengan perusahaan besar. Untungnya sekarang pemerintah sudah semakin menyadarinya.
Perusahaan besar bekerja dengan team, team, team ...
Perusahaan kecil bekerja dengan survival modedan mengejar sales, sales, sales ...
Contoh;
Saya pernah menjabat sebagai GM di anak perusahaan Sinar Mas dan LG. Sewaktu kita mengejar ISO 2000, kita membentuk tim, dengan tim inti 3 orang yg bekerja total untuk ISO, didampingi oleh 2 orang konsultan.
Apakah kita dapat melakukan hal yang sama di UKM?
Di beberapa UKM, boro-boro ISO atau BSC, bisa cukup makan saja mereka sudah cukup senang.
Saya mengalami culture schock ketika resign dari GM dan mendirikan usaha sendiri.
Bahkan buat nota penjualan, angkut barang ke mobil dan kirim barang harus dilakukan sendiri. Itu cerita lain, saya ceritakan lain waktu.
Seperti yg saya anjurkan dalam buku saya, "Jadi, Anda Ingin Menjadi Pengusaha." ketika perusahaah kecil, fokus harus ke survive dulu, hidup dulu. Setelah makan cukup dan pakaian cukup, baru pikirkan yg lain.
Gunakan manajemen sederhana, POAC sudah cukup. Tidak usah pikirkan balance score card atau model2 canggih yang aneh2 dulu. Itu nanti, ada masanya.
Di awal Kotakpensil, saya berhenti ikut semua seminar, terutama yg untuk corporate, karena semakin banyak seminar semakin bingung. Apalagi beberapa teori bertolak belakang.
Daripada bingung, lebih baik praktek, praktek dan praktek. Kalau ketemu masalah, baru tanya teman2. Waktu itu saya cukup banyak merepotkan pak Teguh dan pak Irwanto hehehe. Thanks ya ... :pray:
Seperti kata guru saya, pak Heppy Trenggono dan pak Syaiful Bahri,
"Ilmu —> amal —> Hidayah."
"Ilmu harus diamalkan sampai dapat hidayah. Buat apa banyak ilmu kalau tidak diamalkan? "
Demikian pesan mereka yang selalu terngiang di kuping saya.
Saran saya untuk UKM start-up, tidak perlu pusingin model manajemen dan segala tetek bengek strategi. Anda cukup fokus ke jual, jual jual dulu. Jika penjualan anda bagus, semua masalah anda akan selesai.
Bahkan, banyak ilmu manajemen dari zaman Sinar Mas, LG dan Mc Kinsey saya simpan dulu, belum saatnya untuk dipakai. Nanti ada waktunya.
Ketika perusahaan Anda semakin dewasa dan matang, kebutuhan akan manajemen dan team akan muncul sendiri. Dan, guru akan datang sendiri.
Demikian sedikit tips dari saya.
Semoga bermanfaat.
See you at the top!
John Rusly
kotakpensil.com
PS: Tips diatas untuk perusahaan startup pemula. Untuk perusahaan yang berkembang (growing), team team dan team bahkan sangat dianjurkan. Kita hanya perlu tahu posisi kita dan mengambil porsi ilmu yang sesuai untuk kita. Good luck
----------------------
Salah satu kesalahan pemerintah Indonesia adalah tidak membedakan UKM dengan perusahaan besar. Untungnya sekarang pemerintah sudah semakin menyadarinya.
Perusahaan besar bekerja dengan team, team, team ...
Perusahaan kecil bekerja dengan survival modedan mengejar sales, sales, sales ...
Contoh;
Saya pernah menjabat sebagai GM di anak perusahaan Sinar Mas dan LG. Sewaktu kita mengejar ISO 2000, kita membentuk tim, dengan tim inti 3 orang yg bekerja total untuk ISO, didampingi oleh 2 orang konsultan.
Apakah kita dapat melakukan hal yang sama di UKM?
Di beberapa UKM, boro-boro ISO atau BSC, bisa cukup makan saja mereka sudah cukup senang.
Saya mengalami culture schock ketika resign dari GM dan mendirikan usaha sendiri.
Bahkan buat nota penjualan, angkut barang ke mobil dan kirim barang harus dilakukan sendiri. Itu cerita lain, saya ceritakan lain waktu.
Seperti yg saya anjurkan dalam buku saya, "Jadi, Anda Ingin Menjadi Pengusaha." ketika perusahaah kecil, fokus harus ke survive dulu, hidup dulu. Setelah makan cukup dan pakaian cukup, baru pikirkan yg lain.
Gunakan manajemen sederhana, POAC sudah cukup. Tidak usah pikirkan balance score card atau model2 canggih yang aneh2 dulu. Itu nanti, ada masanya.
Di awal Kotakpensil, saya berhenti ikut semua seminar, terutama yg untuk corporate, karena semakin banyak seminar semakin bingung. Apalagi beberapa teori bertolak belakang.
Daripada bingung, lebih baik praktek, praktek dan praktek. Kalau ketemu masalah, baru tanya teman2. Waktu itu saya cukup banyak merepotkan pak Teguh dan pak Irwanto hehehe. Thanks ya ... :pray:
Seperti kata guru saya, pak Heppy Trenggono dan pak Syaiful Bahri,
"Ilmu —> amal —> Hidayah."
"Ilmu harus diamalkan sampai dapat hidayah. Buat apa banyak ilmu kalau tidak diamalkan? "
Demikian pesan mereka yang selalu terngiang di kuping saya.
Saran saya untuk UKM start-up, tidak perlu pusingin model manajemen dan segala tetek bengek strategi. Anda cukup fokus ke jual, jual jual dulu. Jika penjualan anda bagus, semua masalah anda akan selesai.
Bahkan, banyak ilmu manajemen dari zaman Sinar Mas, LG dan Mc Kinsey saya simpan dulu, belum saatnya untuk dipakai. Nanti ada waktunya.
Ketika perusahaan Anda semakin dewasa dan matang, kebutuhan akan manajemen dan team akan muncul sendiri. Dan, guru akan datang sendiri.
Demikian sedikit tips dari saya.
Semoga bermanfaat.
See you at the top!
John Rusly
kotakpensil.com
PS: Tips diatas untuk perusahaan startup pemula. Untuk perusahaan yang berkembang (growing), team team dan team bahkan sangat dianjurkan. Kita hanya perlu tahu posisi kita dan mengambil porsi ilmu yang sesuai untuk kita. Good luck
Senin, 04 Januari 2016
Curug Cigamea Bogor (Tawangmangu di Bogor)
Siapa yang tidak kenal Air Terjun Tawangmangu di Karanganyar Jawa Tengah. Ditempuh dengan jarak 2jam dari kota Solo, naik ke pegunungan dengan hawa yg cukup dingin. Tawangmangu menjadi magnet pariwisata menarik di Karanganyar Jawa Tengah.
Tapi pernahkah anda coba mengunjungi Kawasan Gunung Bunder Kab. Bogor ? Disana ada banyak obyek wisata yang dikelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Air terjun atau dalam bahasa sunda disebut Curug, pemandian air panas, hutan pinus, bumi perkemahan sampai dengan kawah tertinggi yaitu Kawah Ratu yang harus ditempuh jalan darat sejauh 7 km dari pos perkemahan.
Pintu masuk ke kawasan ini ada 2 pintu yaitu pintu Gunung Bunder dengan akses masuk melalui Desa Cikampak Ciampea atau pintu Gunung Sari dengan akses masuk melalui Cibatok Ciampea.
Dari sekian banyak Curug yang ada dikawasan Gunung Bunder, yang paling menarik dan paling "dikelola" secara serius ada 2 Curug yaitu Curug Cigamea dan Curug Seribu. Jarak tempuh Curug Cigamea dari tempat parkir / pintu masuk wisata +/- 800 meter untuk sampai di air terjunnya. Sedangkan Curug Seribu ditempuh dengan jalan darat bebatuan sejauh 1.200 meter.
Mari kita ulas sedikit tentang Curug Cigamea.
Pemandangan Curug Cigamea sangat bagus, dengan 2 Curug yang berasala dari 2 aliran berbeda menambah keindahan kawasan ini. Ketinggian curug Cigamea yang pertama +/- 50 meter dan Curug Cigamea kedua +/- 25 meter. Aliran air yang sangat jernih dan segar memungkin kita untuk bermain air di aliran sungai nya.
Aliran sungai berbatu dengan air jernih dan segar didalamnya termasuk dangkal. Dengan kedalaman max selutut orang dewasa anak-anak bisa bebas bermain di aliran sungai ini, apalagi batu-batuan yang ada cenderung tidak licin jadi aman untuk anak-anak. Kolam ditempat Curug Utama masih bisa direnangi oleh orang dewasa, dengan kedalaman 1 s/d 2 meter masih cukup dangkal untuk orang dewasa melepaskan penat di kawasan ini.
Area Curug Cigamea juga sudah dilengkapi dengan warung-warung yang bersih walaupun harga makanannya tergolong agak mahal sedikit. Tapi lumayan untuk berteduh atau beristirahat di area wisata ini. Kamar mandi atau kamar bilasnya juga terbilang cukup rapih dan bersih, terbuat dari tembok permanen bukan bilik kayu seperti di Curug Curug yang lainnya. Jalanan menuju air terjun walaupun cukup jauh (800mtr) tapi sudah bebatuan yang tidak licin bukan lagi jalan tanah liat yang becek berlumpur.
So far, Curug Cigamea bisa saya bilang sebagai Tawangmangu Bogor. Mungkin apabila dikelola dengan baik dan profesional kawasan ini akan menjadi kawasan wisata baru yang sangat menarik dan terjangkau.
Salam,
-cyp-
@chandraypermadi
Tapi pernahkah anda coba mengunjungi Kawasan Gunung Bunder Kab. Bogor ? Disana ada banyak obyek wisata yang dikelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Air terjun atau dalam bahasa sunda disebut Curug, pemandian air panas, hutan pinus, bumi perkemahan sampai dengan kawah tertinggi yaitu Kawah Ratu yang harus ditempuh jalan darat sejauh 7 km dari pos perkemahan.
Pintu masuk ke kawasan ini ada 2 pintu yaitu pintu Gunung Bunder dengan akses masuk melalui Desa Cikampak Ciampea atau pintu Gunung Sari dengan akses masuk melalui Cibatok Ciampea.
Dari sekian banyak Curug yang ada dikawasan Gunung Bunder, yang paling menarik dan paling "dikelola" secara serius ada 2 Curug yaitu Curug Cigamea dan Curug Seribu. Jarak tempuh Curug Cigamea dari tempat parkir / pintu masuk wisata +/- 800 meter untuk sampai di air terjunnya. Sedangkan Curug Seribu ditempuh dengan jalan darat bebatuan sejauh 1.200 meter.
Mari kita ulas sedikit tentang Curug Cigamea.
Pemandangan Curug Cigamea sangat bagus, dengan 2 Curug yang berasala dari 2 aliran berbeda menambah keindahan kawasan ini. Ketinggian curug Cigamea yang pertama +/- 50 meter dan Curug Cigamea kedua +/- 25 meter. Aliran air yang sangat jernih dan segar memungkin kita untuk bermain air di aliran sungai nya.
Aliran sungai berbatu dengan air jernih dan segar didalamnya termasuk dangkal. Dengan kedalaman max selutut orang dewasa anak-anak bisa bebas bermain di aliran sungai ini, apalagi batu-batuan yang ada cenderung tidak licin jadi aman untuk anak-anak. Kolam ditempat Curug Utama masih bisa direnangi oleh orang dewasa, dengan kedalaman 1 s/d 2 meter masih cukup dangkal untuk orang dewasa melepaskan penat di kawasan ini.
Area Curug Cigamea juga sudah dilengkapi dengan warung-warung yang bersih walaupun harga makanannya tergolong agak mahal sedikit. Tapi lumayan untuk berteduh atau beristirahat di area wisata ini. Kamar mandi atau kamar bilasnya juga terbilang cukup rapih dan bersih, terbuat dari tembok permanen bukan bilik kayu seperti di Curug Curug yang lainnya. Jalanan menuju air terjun walaupun cukup jauh (800mtr) tapi sudah bebatuan yang tidak licin bukan lagi jalan tanah liat yang becek berlumpur.
So far, Curug Cigamea bisa saya bilang sebagai Tawangmangu Bogor. Mungkin apabila dikelola dengan baik dan profesional kawasan ini akan menjadi kawasan wisata baru yang sangat menarik dan terjangkau.
Salam,
-cyp-
@chandraypermadi
Selasa, 24 November 2015
RUARBIASA TDA Depok
RUUUUAARRRBIIAASSAAHH
Kata itu yang bisa saya ucapkan melihat komunitas yang bernama Tangan Di Atas (TDA). Semangat dan jiwa korsa dari masing-masing individu pengurus dan anggotanya memang patut diberikan jempol sepuluh. Mereka mau meluangkan waktu, tenaga, pikiran bahkan rezekinya untuk kemajuan komunitas tercintanya ini.
Ada satu event yang konon memang menjadi trademark (TM) nya TDA yaitu Pesta Wirausaha atau lebih kita kenal sebagai PW. Tahun 2015 ini ada 25 wilayah yang mengadakan gelaran PW dimasing-masing kotanya.
Depok adalah salah satu wilayah TDA yang akan mengadakan PW-Depok. Susunan panitia PW-Depok dikomandoi oleh 2 orang anak muda yang punya tekad dan semangat yang sangat hebat. Kedua orang itu namanya Rizki Ramadhany dan Melani Kartika. Masing-masing dari mereka memiliki usahanya sendiri, Mas Rama bekerja sebagai designer grafis dan Mbak Melani adalah pemilik Butiq Aisyah. Mereka dibantu oleh panitia muda lainnya yang sama-sama punya semangat yang besar dalam membangun TDA dan menebarkan rahmat untuk seluruh warga TDA maupun warga Depok dimanapun berada.
Panitia ini kalau kata anak muda sekarang "GAK ADA MATINYE".... GILA kalau kata saya, mereka bekerja gak kenal waktu. Bayangin aja jam 12 malam masih ngomongin PW, gak ada lagi waktu untuk mereka bersantai apalagi ketika waktu gelaran ini sudah mendekati hari H.
Saya sebagai pemegang amanah kepemimpinan TDA Depok v 4 hanya bisa bilang Alhamdullillah. Allah SWT sudah memberikan kawan-kawan hebat ini untuk TDA Depok.
Member TDA Depok, mari kita sukseskan acara akbar TDA Depok tahun 2015 ini. Hadir, daftar dan meriahkan acara ini, karena panitia sudah memberikan yang terbaik agar perhelatan ini berjalan lancar, sukses dan membanggakan kota Depok.
Salam hormat saya untuk semua member TDA Depok dimanapun berada.
Sampai bertemu pada tanggal 28 - 29 November di PESTA WIRAUSAHA DEPOK 2015.
Salam,
-cyp-
Ketua TDA Depok v.4
@chandraypermadi
Kata itu yang bisa saya ucapkan melihat komunitas yang bernama Tangan Di Atas (TDA). Semangat dan jiwa korsa dari masing-masing individu pengurus dan anggotanya memang patut diberikan jempol sepuluh. Mereka mau meluangkan waktu, tenaga, pikiran bahkan rezekinya untuk kemajuan komunitas tercintanya ini.
Ada satu event yang konon memang menjadi trademark (TM) nya TDA yaitu Pesta Wirausaha atau lebih kita kenal sebagai PW. Tahun 2015 ini ada 25 wilayah yang mengadakan gelaran PW dimasing-masing kotanya.
Depok adalah salah satu wilayah TDA yang akan mengadakan PW-Depok. Susunan panitia PW-Depok dikomandoi oleh 2 orang anak muda yang punya tekad dan semangat yang sangat hebat. Kedua orang itu namanya Rizki Ramadhany dan Melani Kartika. Masing-masing dari mereka memiliki usahanya sendiri, Mas Rama bekerja sebagai designer grafis dan Mbak Melani adalah pemilik Butiq Aisyah. Mereka dibantu oleh panitia muda lainnya yang sama-sama punya semangat yang besar dalam membangun TDA dan menebarkan rahmat untuk seluruh warga TDA maupun warga Depok dimanapun berada.
Panitia ini kalau kata anak muda sekarang "GAK ADA MATINYE".... GILA kalau kata saya, mereka bekerja gak kenal waktu. Bayangin aja jam 12 malam masih ngomongin PW, gak ada lagi waktu untuk mereka bersantai apalagi ketika waktu gelaran ini sudah mendekati hari H.
Saya sebagai pemegang amanah kepemimpinan TDA Depok v 4 hanya bisa bilang Alhamdullillah. Allah SWT sudah memberikan kawan-kawan hebat ini untuk TDA Depok.
Member TDA Depok, mari kita sukseskan acara akbar TDA Depok tahun 2015 ini. Hadir, daftar dan meriahkan acara ini, karena panitia sudah memberikan yang terbaik agar perhelatan ini berjalan lancar, sukses dan membanggakan kota Depok.
Salam hormat saya untuk semua member TDA Depok dimanapun berada.
Sampai bertemu pada tanggal 28 - 29 November di PESTA WIRAUSAHA DEPOK 2015.
Salam,
-cyp-
Ketua TDA Depok v.4
@chandraypermadi
Selasa, 11 Agustus 2015
Quadrant Coaching & Mentoring Business
Tapi saat ini saya tidak mau membahas Quadrant Cashflow milik R. Kiyosaki. Tapi saya mau membahas Quadrant Coaching & Mentoring Business atau pembelajaran dalam bisnis.
Menarik kita bahas karena saya menemukan istilah Quadrant Coaching ini sewaktu saya berdiskusi panjang lebar dengan Pak Sonny Founder dari Vanaya Instute. Pak Sonny dengan sabar menjelaskan ke saya bagaimana konsep kuadran ini.
Ternyata dalam memilih metode belajar bisnis ada kuadrannya dan kuadran ini tidak jauh berbeda apabila di lihat dari Quadrant Cashflow milik Kiyosaki.
Ada 2 garis besar yang menjadi parameter yaitu garis time / waktu untuk menjelaskan pass / waktu lalu dan future / waktu masa depan. Kemudian garis action / tindakan untuk menjelaskan ask / bertanya atau tell / berbicara.
Mari kita lihat satu persatu apa maksud kuadran-kuadran ini.
Quadrant Conseling
Quadrant Conseling adalah kuadran penyuluhan dimana kita berada pada posisi yang sedang di berikan penyuluhan atas dasar kesalahan yang kita lakukan kemarin. Kalau di jaman SMA, ada namanya Bimbingan Penyuluhan (BP) yang terkenal dengan anak-anak dengan cap nakal atau bandel. Tidak jauh beda, kuadran ini berada
Conseling lebih banyak bertanya tentang hal / kesalahan yang sudah dilakukan seperti :
"Kenapa kamu melakukan hal tersebut ?"
"Kenapa kamu mengambil keputusan itu?"
Dalam dunia bisnis kuadran ini bagus untuk mengeksplorasi lebih jauh perihal kesalahan-kesalahan yang dulu pernah dilakukan. Tentunya agar kesalahan-kesalahan tersebut tidak terulang lagi dimasa-masa selanjutnya.
Quadrant Therapy
Quadrant Therapy adalah kuadran penyembuhan. Dimana sang pelaku sudah melakukan kesalahan dan therapist memberitahukan kesalahan kita dimasa lalu.
"Kamu melakukan kesalahan ini... kalau begitu kamu harus banyak istirahat, banyak olahraga dan banyak minum obat! Kalau kamu tidak melakukannya, efek negatifnya akan jauh lebih dhasyat dari sebelumnya"
Kata-kata analisis tentang kesalahan masa lalu menjadi tolak ukur dalam kuadran ini dan sang therapist mencoba memberikan gambaran apabila kesalahan itu masih dilakukan dapat berdampak tidak baik bagi kesehatannya.
Banyak sekali pengusaha yang hancur secara mental ketika bisnisnya hancur karena kesalahan sistem atau pengelolaan. Pengusaha tersebut drop dan tidak lagi memiliki semangat hidup serta semangat bangkit dari keterpurukan. Apabila kita sedang mengalami nasib seperti ini berarti kita sedang berada dalam kuadran yang satu ini.
Quadrant Training / Mentoring
Quadrant Training / Mentoring adalah kuadran dimana para peserta berada pada masa pembelajaran kemudian diberikan pendampingan / mentoring dari orang yang sudah lebih dulu terjun didunia tersebut.
Mentoring dan Training diberikan oleh orang yang sudah sukses kepada orang-orang yang baru mau mulai bahkan baru mau beranjak dari keadaan sekarang. Peserta lebih banyak mendengarkan nasihat nasihat bijak dari senior atau mentornya bahwa yang itu baik yang ini tidak baik ... yang ini bagus yang ini tidak bagus.
Analisa yang dikeluarkan mentor atau trainer lebih banyak berdasarkan pengalaman mentor itu sendiri. Karena mentor adalah orang yang sudah banyak makan asam garam, mentor dapat memberikan masukan terbaik sesuai apa yang sudah dialaminya sewaktu sang mentor masih berada di posisi kuadran ini. Mentor biasanya dengan senang hati meluang waktu dan kesibukannya untuk memberikan pengarahan kepada murid-muridnya dan berbagi ilmu perihal apa yang baik dan tidak baik berdasarkan pengalamannya.
Quadrant Coaching
Quadrant Coaching adalah kuadran pembelajaran yang dilakukan oleh Coach atau Guru. Coach tidak harus berasal dari kalangan yang sama karena sebenarnya Coach dalam hal ini lebih banyak bertanya kepada peserta atas apa yang diinginkan / dicapai dimasa yang akan datang. Coach adalah orang yang bersetifikasi untuk memberikan pelajaran dan sudah mengikuti serangkaian pendidikan atas apa yang dipelajarinya.
Coach bertanya apa target peserta ? kemudian dia memberikan analisa berdasarkan ilmu bisnisnya apa yang harus dilakukan oleh peserta.
Banyak CEO atau pemimpin perusahaan besar berada atau mengambil keputusan untuk berdiri di kuadran ini. Karena masing-masing pemimpin perusahaan tersebut punya masalah atau target yang akan dicapai oleh perusahaannya. Kemudian coach memberikan masukan dan arahan agar pemimpin perusahaan ini dapat mengejar target dan tujuannya.
Karena target dari Coaching ini adalah masa depan yang ingin diraih. Biasanya timbal balik / bayaran yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. Coach yang hebat bisa mematok harga yang fantastis sampai ratusan juta rupiah tapi dengan target dan tujuan yang nilai rupiahnya sangat lebih fantastis lagi.
Masing-masing kuadran punya kelemahan dan kelebihannya. Sekarang kita berada pada kuadran mana ? Dari situ kita dapat mengambil keputusan mana yang kita inginkan. Therapy ? Conseling ? Training / Mentoring ? atau bahkan Coaching ?
Semua kembali ke diri kita masing-masing.
Salam Sukses Manfaat,
-
CYP
Chandra Yan Permadi
@chandraypermadi
Kamis, 23 Juli 2015
Tol Cipali Di Buka... Usaha Cirebon Meningkat, Usaha Cikampek Pantura Lesu
Menjelang arus mudik 2015 PT Jasamarga Tbk secara resmi membuka ruas Tol baru Cikopo Palimanan atau yang kita kenal dengan nama Tol Cipali. Tol sepanjang 116km ini menghubungkan tol Jakarta Cikampek dengan Tol Palimanan Kanci. Tol ini mempersingkat jarak tempuh Jakarta Cirebon yang tadinya ditempuh 6 jam sekarang dapat ditempuh dalam waktu 4 jam.
Pemerintah berharap dengan dibukanya Tol Cipali ini dapat mengurangi beban kemacetan di Arteri Pantura Cikampek sampai dengan Indramayu. Serta dapat mempercepat jarak tempuh para pemudik atau pengguna jalan yang menuju Kota Cirebon, Tegal, Pemalang dan kota-kota lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Bagi masyarakat kota Cirebon dan sekitarnya ini dapat dikatakan berkah karena pariwisata dan perekonomian di daerah sekitar itu menjadi naik dan meningkat tajam. Hal ini dikarenakan jarak tempuh yang sudah tidak lagi memakan waktu sampai 5 - 6 jam perjalanan. Bagi para pelancong dari kota Jakarta dan sekitarnya, Cirebon menjadi alternatif tujuan wisata baru setelah Bandung yang sudah dapat dibilang jenuh dan macet. Cirebon dengan wisata keraton, kuliner, religi dan waduknya memberikan angin segar bagi para pelancong yang ingin merasakan sensasi wisata baru dibanding kota Bandung yang hanya mengandalkan wisata kuliner dan wisata belanja.
Para pelaku usaha di Cirebon sebaiknya dapat mengambil momentum ini dengan cepat dan tepat. Banyak sekali peluang usaha baru yang dapat dikembangkan para pengusaha Cirebon. Seperti bisnis perhotelan, rumah makan, toko cinderamata dan bisnis lainnya.
Tapi bagi masyarakat atau pelaku usaha di Cikampek, Pantura Subang sampai Palimanan ini dapat dikatakan sebagai "petaka" baru. Bagaimana tidak, mobil dan kendaraan yang biasanya melintas jutaan setiap harinya mendadak sepi seiring dengan berpindahnya jalur kendaraan ke Tol Cipali. Usaha restoran yang setiap hari mendapat pengunjung dalam jumlah banyak langsung sepi pengunjung. Usaha SPBU dan rest area yang ada disepanjang jalur Pantura Cikampek yang biasanya ramai, sekarang hanya dapat menharapkan pemasukan dari pengendara motor, truk atau bis yang hanya melayani rute tersebut. Toko cenderamata yang berbaris rapi di sepanjang Simpang Jomin juga merasakan dampaknya. Penghasilan mereka yang banyak diwaktu dulu kini sudah tidak dapat dirasakan kembali karena sepinya pengunjung.
Tidak ada yang salah dari semua kegiatan ini. Pemerintah memang tidak memikirkan kondisi pengusaha di sekitaran Pantura Cikampek setelah mereka membuka Tol Cipali. Tapi para pelaku usaha seharusnya sudah mewaspadai hal ini akan terjadi di bisnisnya. Karena pembangunan tol Cipali tidaklah sebentar, cukup memakan waktu 3 tahun lebih untuk sampai dibuka seperti sekarang. Waktu 3 tahun seharusnya dapat dimanfaaatkan oleh para pengusaha ini untuk mencoba cari jalan dan cari alternatif dalam usahanya.
Pengusaha di Cirebon, Plered, Indramayu, Pantura, Cikampek banyak yang menunggu tangan dengan dibukanya Tol Cipali. Mereka menunggu momen "Liat saja nanti, kalau rugi tutup kalau untung terus". Sebenarnya hal itu bisa diwaspadai sedini mungkin kalau kita bisa melihat peluang dari setiap kejadian yang ada disekitar kita.
Mudah-mudahan dengan dibukanya Tol Cipali ini, semua roda usaha yang sudah jalan dan yang akan dibangun bisa mendapatkan hasil yang positif. Jangan salahkan Pemerintah, salahkan pemikiran kita yang kurang awas terhadap lingkungan sekitar kita.
Salam,
-cyp-
@chandraypermadi
Pemerintah berharap dengan dibukanya Tol Cipali ini dapat mengurangi beban kemacetan di Arteri Pantura Cikampek sampai dengan Indramayu. Serta dapat mempercepat jarak tempuh para pemudik atau pengguna jalan yang menuju Kota Cirebon, Tegal, Pemalang dan kota-kota lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Bagi masyarakat kota Cirebon dan sekitarnya ini dapat dikatakan berkah karena pariwisata dan perekonomian di daerah sekitar itu menjadi naik dan meningkat tajam. Hal ini dikarenakan jarak tempuh yang sudah tidak lagi memakan waktu sampai 5 - 6 jam perjalanan. Bagi para pelancong dari kota Jakarta dan sekitarnya, Cirebon menjadi alternatif tujuan wisata baru setelah Bandung yang sudah dapat dibilang jenuh dan macet. Cirebon dengan wisata keraton, kuliner, religi dan waduknya memberikan angin segar bagi para pelancong yang ingin merasakan sensasi wisata baru dibanding kota Bandung yang hanya mengandalkan wisata kuliner dan wisata belanja.
Para pelaku usaha di Cirebon sebaiknya dapat mengambil momentum ini dengan cepat dan tepat. Banyak sekali peluang usaha baru yang dapat dikembangkan para pengusaha Cirebon. Seperti bisnis perhotelan, rumah makan, toko cinderamata dan bisnis lainnya.
Tapi bagi masyarakat atau pelaku usaha di Cikampek, Pantura Subang sampai Palimanan ini dapat dikatakan sebagai "petaka" baru. Bagaimana tidak, mobil dan kendaraan yang biasanya melintas jutaan setiap harinya mendadak sepi seiring dengan berpindahnya jalur kendaraan ke Tol Cipali. Usaha restoran yang setiap hari mendapat pengunjung dalam jumlah banyak langsung sepi pengunjung. Usaha SPBU dan rest area yang ada disepanjang jalur Pantura Cikampek yang biasanya ramai, sekarang hanya dapat menharapkan pemasukan dari pengendara motor, truk atau bis yang hanya melayani rute tersebut. Toko cenderamata yang berbaris rapi di sepanjang Simpang Jomin juga merasakan dampaknya. Penghasilan mereka yang banyak diwaktu dulu kini sudah tidak dapat dirasakan kembali karena sepinya pengunjung.
Tidak ada yang salah dari semua kegiatan ini. Pemerintah memang tidak memikirkan kondisi pengusaha di sekitaran Pantura Cikampek setelah mereka membuka Tol Cipali. Tapi para pelaku usaha seharusnya sudah mewaspadai hal ini akan terjadi di bisnisnya. Karena pembangunan tol Cipali tidaklah sebentar, cukup memakan waktu 3 tahun lebih untuk sampai dibuka seperti sekarang. Waktu 3 tahun seharusnya dapat dimanfaaatkan oleh para pengusaha ini untuk mencoba cari jalan dan cari alternatif dalam usahanya.
Pengusaha di Cirebon, Plered, Indramayu, Pantura, Cikampek banyak yang menunggu tangan dengan dibukanya Tol Cipali. Mereka menunggu momen "Liat saja nanti, kalau rugi tutup kalau untung terus". Sebenarnya hal itu bisa diwaspadai sedini mungkin kalau kita bisa melihat peluang dari setiap kejadian yang ada disekitar kita.
Mudah-mudahan dengan dibukanya Tol Cipali ini, semua roda usaha yang sudah jalan dan yang akan dibangun bisa mendapatkan hasil yang positif. Jangan salahkan Pemerintah, salahkan pemikiran kita yang kurang awas terhadap lingkungan sekitar kita.
Salam,
-cyp-
@chandraypermadi
Senin, 06 Juli 2015
Pre-Start Up
Mari kita lanjutkan ulasan lebih mendalam pada tingkatan
wirausaha, yang disadur dari presentasi Kementrian Koperasi dan UKM RI.
Pada ulasan sebelumnya tentang tingkatan wirausaha ada
beberapa kelas atau tingkatan pada wirausaha Indonesia yaitu :
- Pre-Start Up
- Start Up
- Survival
- Growth
- Matang
Kali ini saya mau mengulas lebih dalam tentang tingkatan
wirausaha. Semoga dapat menjadi masukan bagi kawan-kawan UKM Indonesia semua.
Pre-Start Up
Pre-Start Up adalah tingkatan wirausaha yang paling dasar,
dimana pelaku usahanya belum memiliki usaha tapi sudah berangan-angan untuk
memiliki usaha yang real.
- - Pelaku usaha pada tingkatan ini cenderung
memiliki gagasan usaha yang luas dan bisa dikatakan sporadis dan kemana-mana.
Tapi belum ada kejelasan dalam gagasan bisnisnya.
- -
Produk atau jasa yang mau dijual masih
bermacam-macam dan hampir semuanya berada dalam wacana “AKAN” tapi para pelaku
usahanya masih bingung “AKAN bikin produk apa?” “AKAN jual jasa apa?”
- - Pasar yang ingin dituju pada tingkatan ini juga
masih belum terlalu jelas. Mau jual ke segmen korporasi atau mau jual ke segmen
retail. Mereka masih ingin menyasar semua pasar dengan harapan mana yang lebih
menjual itu yang akan diteruskan, mana yang lebih sedikit itu yang akan
ditinggalkan.
- - Biasanya para pelaku usaha pada tingkatan ini
memiliki motivasi yang menggebu-gebu. Mereka terkadang over confidence atas apa
yang mereka pikirkan. Motivasi yang dimiliki ini juga sering berawal dari
seminar-seminar motivasi yang diikuti tapi tidak diterapkan.
- - Intuisi lebih dominan dan terkadang hal-hal yang
bersifat rasional terabaikan yang justru malah membuat para pelaku usaha
terjebak dalam bayangan indah mereka akan bisnis.
- - Para pelaku usaha pada tingkatan ini sering
sekali mengabaikan peran sumberdaya manusia dan kemampuan dari SDM itu sendiri.
Mereka sering merasa mampu melakukannya sendiri tanpa perlu bantuan, pemikiran
atau opini kerabat lainnya.
Pre-Start Up adalah tingkatan dimana mental seorang
pengusaha diuji pada pertama kalinya. Banyak berpikir banyak menghayal tapi
tidak ada action yang konkrit dari hayalan itu.
Bagi kita yang masih berada pada tingkatan ini, dapat segera
mengakhirinya dan beralih untuk melakukan tindakan nyata dalam mewujudkan
bisnis kita yang sesungguhnya.
Salam,
-cyp-
@chandra.yanpermadi
Senin, 15 Juni 2015
Dimana Tingkatan Wirausahamu ?
2 minggu lalu saya mendapatkan undangan acara FGD kewirausahaan yang diadakan oleh salah satu partai di Gedung DPR / MPR.
Seru banyak sekali pencerahan yang diberikan baik dari anggota Dewan, Pemerintah yang diwakili Bapenas dan Kemenkop, Akademisi yang diwakili Prof Renald, praktisi dan penggiat wirausaha dari berbagai macam komunitas wirausaha di Indonesia.
Ada satu pemaparan dari Kemenkop tentang wirausaha dan kewirausahaan yang mau saya bagikan sekarang, yaitu dimana "Tingkatan Wirausaha" kita ? Menarik untuk disimak karena kadang kita terlena dengan keadaan yang sebetulnya itu bukanlah tingkatan kita, tapi kita merasa seolah olah itu adalah tingkatan usaha kita.
Pertama - Pre Start-Up
Tingkatan dimana kita mau memulai usaha atau bahkan masih bermimpi mau berusaha. Biasanya pada tingkatan ini kita masih mau jual apa saja. Apa yang bisa jadi uang kita jual, apa yang sedang trend kita ikuti. Istilah kerennya PALUGADA.
Kedua - Start-Up
Tingkatan dimana kita sudah memulai usaha dan mencoba membuka bisnis baru. Istilah "Start-Up" sering digunakan oleh pebisnis untuk menandakan dia baru terjun kedunia usaha. Dimana usaha dan gagasan bisnisnya masih belum teruji handal dan diterima pasar. Tapi kadang para pelaku Start-Up punya motivasi yang tinggi dan bahkan sering Over Optimis. Keyakinan yang berlebihan di dunia usaha, padahal belum teruji sama sekali.
Ketiga - Survival
Survival ini adalah tingkatan dimana usaha sudah mulai menginjak 3 - 5 tahun. Pengusaha pada tingkatan ini sering mengalami penjualan yang naik turun dengan cepat. Segmentasi pasar pada tingkatan ini juga cenderung belum stabil dan belum terarah dengan jelas. Survival lebih mementingkan bertahan hidup dan belum memikirkan bagaimana masa depan usahanya tersebut.
Keempat - Growth
Pada masa sekarang ini banyak pengusaha Indonesia yang mendapatkan tingkatan ini dalam waktu yang sangat singkat. Tapi biasanya tingkatan Growth baru bisa dicapai setelah usahanya berumur lebih dari 5 tahun. Penjualannya meningkat tajam dengan cepat. Sering sekali tidak dapat memenuhi permintaan pasar karena keterbatasan modal dan manajemen yang kurang mendukung. Pelaku usaha pada tingkatan ini biasanya sudah mulai memikirkan investasi pada jenis usaha lain dan sedikit demi sedikit meninggalkan usaha pertamanya.
Kelima - Matang
Tingkatan tertinggi pada dunia usaha, dimana umur usaha biasanya sudah lebih dari 15 atau bahkan 25 tahun. Pengusaha pada tingkatan ini sering sekali dijadikan idola oleh para pengusaha pemula (Start-Up) dan menjadi primadona untuk acara-acara pamungkas seminar ataupun motivasi bisnis. Pengusaha pada tingkatan ini sudah berkembang sesuai dengan perencanaan yang matang dan sudah memiliki strategi yang terarah. Sistem manajemen dan pengembangan pasarnya sudah berjalan baik.
Nah, dari kelima tingkatan wirausaha diatas dimana posisi usaha kita ? Evaluasi sendiri, jangan bohongi diri sendiri dan temukan tingkatanmu.
Semoga kita semua bisa naik kelas ketingkatan yang lebih tinggi dari tingkatan kita sekarang.
Salam,
-cyp-
@chandraypermadi
Seru banyak sekali pencerahan yang diberikan baik dari anggota Dewan, Pemerintah yang diwakili Bapenas dan Kemenkop, Akademisi yang diwakili Prof Renald, praktisi dan penggiat wirausaha dari berbagai macam komunitas wirausaha di Indonesia.
Ada satu pemaparan dari Kemenkop tentang wirausaha dan kewirausahaan yang mau saya bagikan sekarang, yaitu dimana "Tingkatan Wirausaha" kita ? Menarik untuk disimak karena kadang kita terlena dengan keadaan yang sebetulnya itu bukanlah tingkatan kita, tapi kita merasa seolah olah itu adalah tingkatan usaha kita.
Pertama - Pre Start-Up
Tingkatan dimana kita mau memulai usaha atau bahkan masih bermimpi mau berusaha. Biasanya pada tingkatan ini kita masih mau jual apa saja. Apa yang bisa jadi uang kita jual, apa yang sedang trend kita ikuti. Istilah kerennya PALUGADA.
Kedua - Start-Up
Tingkatan dimana kita sudah memulai usaha dan mencoba membuka bisnis baru. Istilah "Start-Up" sering digunakan oleh pebisnis untuk menandakan dia baru terjun kedunia usaha. Dimana usaha dan gagasan bisnisnya masih belum teruji handal dan diterima pasar. Tapi kadang para pelaku Start-Up punya motivasi yang tinggi dan bahkan sering Over Optimis. Keyakinan yang berlebihan di dunia usaha, padahal belum teruji sama sekali.
Ketiga - Survival
Survival ini adalah tingkatan dimana usaha sudah mulai menginjak 3 - 5 tahun. Pengusaha pada tingkatan ini sering mengalami penjualan yang naik turun dengan cepat. Segmentasi pasar pada tingkatan ini juga cenderung belum stabil dan belum terarah dengan jelas. Survival lebih mementingkan bertahan hidup dan belum memikirkan bagaimana masa depan usahanya tersebut.
Keempat - Growth
Pada masa sekarang ini banyak pengusaha Indonesia yang mendapatkan tingkatan ini dalam waktu yang sangat singkat. Tapi biasanya tingkatan Growth baru bisa dicapai setelah usahanya berumur lebih dari 5 tahun. Penjualannya meningkat tajam dengan cepat. Sering sekali tidak dapat memenuhi permintaan pasar karena keterbatasan modal dan manajemen yang kurang mendukung. Pelaku usaha pada tingkatan ini biasanya sudah mulai memikirkan investasi pada jenis usaha lain dan sedikit demi sedikit meninggalkan usaha pertamanya.
Kelima - Matang
Tingkatan tertinggi pada dunia usaha, dimana umur usaha biasanya sudah lebih dari 15 atau bahkan 25 tahun. Pengusaha pada tingkatan ini sering sekali dijadikan idola oleh para pengusaha pemula (Start-Up) dan menjadi primadona untuk acara-acara pamungkas seminar ataupun motivasi bisnis. Pengusaha pada tingkatan ini sudah berkembang sesuai dengan perencanaan yang matang dan sudah memiliki strategi yang terarah. Sistem manajemen dan pengembangan pasarnya sudah berjalan baik.
Nah, dari kelima tingkatan wirausaha diatas dimana posisi usaha kita ? Evaluasi sendiri, jangan bohongi diri sendiri dan temukan tingkatanmu.
Semoga kita semua bisa naik kelas ketingkatan yang lebih tinggi dari tingkatan kita sekarang.
Salam,
-cyp-
@chandraypermadi
Selasa, 12 Agustus 2014
Pasangkan Iklanmu Dimana Saja dan Kapan Saja
"Pak CYP, saya kalau mau masang iklan dimana yah yang bagus ?"
Pertanyaan itu muncul dari salah satu teman saya di Komunitas Tangan Diatas (TDA). Terkadang kita sebagai pelaku usaha dibuat bingung oleh pikiran kita sendiri kemana kita harus memasang iklan produk dagangan kita. Apakah iklan yang akan kita pasang bakal dilihat oleh customer atau lain sebagainya.
"Kenapa kita harus pasang iklan ?"
Jawaban sederhananya adalah karena dengan iklan produk kita dapat dikenal dan dicari orang. Mungkin saja tetangga terdekat kita sekalipun tidak tahu kita jualan apa kalau kita tidak "mengiklankan" atau memberitahukan kita sedang jual produk apa.
Saya pernah baca tulisan tentang iklan yang baik di web "matamerah adv". Ciri-ciri iklan yang baik harus memiliki kriteria di bawah ini :
1. Mempunyai sasaran yang jelas, dengan menentukan target konsumen ada target utama dan target kedua,ini
juga untuk menentukan media pasang iklan dan penetapan target konsumen
tergantung pada kualitas, harga, distribusi (jangkauan pemasaran)
2. Mempunyai fokus atas hal yang ingin di komunikasikan dari produk dan jasa yang di iklankan.
3. Mempunyai daya tarik tertentu sehingga konsumen yang di sasarnya
bisa berhenti untuk memperhatikan isi iklan, selain kata-kata
yang menarik, daya tarik iklan muncul dari desain layout yang menarik.
4. Sajikan iklan dengan menarik karena suatu iklan dengan isi pesan bagus jika tidak di sajikan bagus tak akan menarik.
Banyak media iklan / promosi yang dapat kita pergunakan mulai dari :
- Iklan baris di koran harian Nasional atau Ibukota ternama.
- Iklan khusus di tabloid hobi atau produk yang spesifik dengan produk kita seperti tabloid komputer, tanaman hias, dekorasi, properti, otomotif atau lain sebagainya.
- Iklan pada acara-acara besar yang diadakan oleh Event Organizer (EO).
- Iklan pada website news-online yang pengunjungnya lebih dari 1.000 orang perhari.
- Iklan pada tempat-tempat umum yang gampang dilihat oleh customer.
- Iklan pada kendaraan umum dan pribadi yang bisa dilihat oleh banyak customer apabila sedang berada di kemacetan dan parkiran Kota Besar.
- masih banyak lagi media iklan yang bisa kita gunakan sesuai dengan kebutuhan kita.
Jangan pernah ragu untuk memasangkan iklan kita dimana saja dan kapan saja. Karena saya yakin iklan yang kita pasang apabila dipasang pada tempat yang memang sesuai target, maka telpon kita akan berdering dari calon customer kita yang membutuhkan produk kita.
Ayo, rajinlah beriklan dan berpromosi. Maka omzet-mu akan segera naik dan naik.
Selamat BERIKLAN.
Salam,
-cyp-
Founder of www.tokowireless.com
Mentor KMB TDA Depok
Langganan:
Postingan (Atom)

