Senin, 15 Juni 2015

Dimana Tingkatan Wirausahamu ?

2 minggu lalu saya mendapatkan undangan acara FGD kewirausahaan yang diadakan oleh salah satu partai di Gedung DPR / MPR.

Seru banyak sekali pencerahan yang diberikan baik dari anggota Dewan, Pemerintah yang diwakili Bapenas dan Kemenkop, Akademisi yang diwakili Prof Renald, praktisi dan penggiat wirausaha dari berbagai macam komunitas wirausaha di Indonesia.

Ada satu pemaparan dari Kemenkop tentang wirausaha dan kewirausahaan yang mau saya bagikan sekarang, yaitu dimana "Tingkatan Wirausaha" kita ? Menarik untuk disimak karena kadang kita terlena dengan keadaan yang sebetulnya itu bukanlah tingkatan kita, tapi kita merasa seolah olah itu adalah tingkatan usaha kita.

Pertama - Pre Start-Up

Tingkatan dimana kita mau memulai usaha atau bahkan masih bermimpi mau berusaha. Biasanya pada tingkatan ini kita masih mau jual apa saja. Apa yang bisa jadi uang kita jual, apa yang sedang trend kita ikuti. Istilah kerennya PALUGADA.

Kedua - Start-Up

Tingkatan dimana kita sudah memulai usaha dan mencoba membuka bisnis baru. Istilah "Start-Up" sering digunakan oleh pebisnis untuk menandakan dia baru terjun kedunia usaha. Dimana usaha dan gagasan bisnisnya masih belum teruji handal dan diterima pasar. Tapi kadang para pelaku Start-Up punya motivasi yang tinggi dan bahkan sering Over Optimis. Keyakinan yang berlebihan di dunia usaha, padahal belum teruji sama sekali.

Ketiga - Survival

Survival ini adalah tingkatan dimana usaha sudah mulai menginjak 3 - 5 tahun. Pengusaha pada tingkatan ini sering mengalami penjualan yang naik turun dengan cepat. Segmentasi pasar pada tingkatan ini juga cenderung belum stabil dan belum terarah dengan jelas. Survival lebih mementingkan bertahan hidup dan belum memikirkan bagaimana masa depan usahanya tersebut.

Keempat - Growth

Pada masa sekarang ini banyak pengusaha Indonesia yang mendapatkan tingkatan ini dalam waktu yang sangat singkat. Tapi biasanya tingkatan Growth baru bisa dicapai setelah usahanya berumur lebih dari 5 tahun. Penjualannya meningkat tajam dengan cepat. Sering sekali tidak dapat memenuhi permintaan pasar karena keterbatasan modal dan manajemen yang kurang mendukung. Pelaku usaha pada tingkatan ini biasanya sudah mulai memikirkan investasi pada jenis usaha lain dan sedikit demi sedikit meninggalkan usaha pertamanya.

Kelima - Matang

Tingkatan tertinggi pada dunia usaha, dimana umur usaha biasanya sudah lebih dari 15 atau bahkan 25 tahun. Pengusaha pada tingkatan ini sering sekali dijadikan idola oleh para pengusaha pemula (Start-Up) dan menjadi primadona untuk acara-acara pamungkas seminar ataupun motivasi bisnis. Pengusaha pada tingkatan ini sudah berkembang sesuai dengan perencanaan yang matang dan sudah memiliki strategi yang terarah. Sistem manajemen dan pengembangan pasarnya sudah berjalan baik.

Nah, dari kelima tingkatan wirausaha diatas dimana posisi usaha kita ? Evaluasi sendiri, jangan bohongi diri sendiri dan temukan tingkatanmu.

Semoga kita semua bisa naik kelas ketingkatan yang lebih tinggi dari tingkatan kita sekarang.

Salam,
-cyp-
@chandraypermadi

Selasa, 12 Agustus 2014

Pasangkan Iklanmu Dimana Saja dan Kapan Saja

"Pak CYP, saya kalau mau masang iklan dimana yah yang bagus ?" 

Pertanyaan itu muncul dari salah satu teman saya di Komunitas Tangan Diatas (TDA). Terkadang kita sebagai pelaku usaha dibuat bingung oleh pikiran kita sendiri kemana kita harus memasang iklan produk dagangan kita. Apakah iklan yang akan kita pasang bakal dilihat oleh customer atau lain sebagainya.

"Kenapa kita harus pasang iklan ?"

Jawaban sederhananya adalah karena dengan iklan produk kita dapat dikenal dan dicari orang. Mungkin saja tetangga terdekat kita sekalipun tidak tahu kita jualan apa kalau kita tidak "mengiklankan" atau memberitahukan kita sedang jual produk apa.
 
Saya pernah baca tulisan tentang iklan yang baik di web "matamerah adv". Ciri-ciri iklan yang baik harus memiliki kriteria di bawah ini :

1. Mempunyai sasaran yang jelas, dengan menentukan target konsumen ada target utama dan target kedua,ini juga untuk menentukan media pasang iklan dan penetapan target konsumen tergantung pada kualitas, harga, distribusi (jangkauan pemasaran)

2. Mempunyai fokus atas hal yang ingin di komunikasikan dari produk dan jasa yang di iklankan.

3. Mempunyai daya tarik tertentu sehingga konsumen yang di sasarnya bisa berhenti untuk memperhatikan isi iklan, selain kata-kata yang menarik, daya tarik iklan muncul dari desain layout yang menarik.

4. Sajikan iklan dengan menarik karena suatu iklan dengan isi pesan bagus jika tidak di sajikan bagus tak akan menarik.

Banyak media iklan / promosi yang dapat kita pergunakan mulai dari :

- Iklan baris di koran harian Nasional atau Ibukota ternama.
- Iklan khusus di tabloid hobi atau produk yang spesifik dengan produk kita seperti tabloid komputer, tanaman hias, dekorasi, properti, otomotif atau lain sebagainya.
- Iklan pada acara-acara besar yang diadakan oleh Event Organizer (EO).
- Iklan pada website news-online yang pengunjungnya lebih dari 1.000 orang perhari.
- Iklan pada tempat-tempat umum yang gampang dilihat oleh customer.
- Iklan pada kendaraan umum dan pribadi yang bisa dilihat oleh banyak customer apabila sedang berada di kemacetan dan parkiran Kota Besar.
- masih banyak lagi media iklan yang bisa kita gunakan sesuai dengan kebutuhan kita.

Jangan pernah ragu untuk memasangkan iklan kita dimana saja dan kapan saja. Karena saya yakin iklan yang kita pasang apabila dipasang pada tempat yang memang sesuai target, maka telpon kita akan berdering dari calon customer kita yang membutuhkan produk kita.

Ayo, rajinlah beriklan dan berpromosi. Maka omzet-mu akan segera naik dan naik.

Selamat BERIKLAN.

Salam,
-cyp-
Mentor KMB TDA Depok